TeknologiCara kerja people counting berbasis kamera (CCTV)
Banyak toko dan mall sudah punya CCTV. Bisakah kamera itu dipakai untuk menghitung pengunjung? Berikut cara kerjanya dan hal-hal yang menentukan hasilnya.
4 menit baca · 6 Oktober 2026
Banyak toko dan mall sudah memiliki kamera CCTV. Pertanyaannya: bisakah kamera itu dipakai untuk menghitung pengunjung? Berikut gambaran cara kerja people counting berbasis kamera dan hal-hal yang menentukan hasilnya.
1. Kamera mengamati area pintu masuk
Kamera yang ideal dipasang di atas atau dekat pintu masuk, dengan sudut yang memperlihatkan orang yang melintas dengan jelas. Posisi, tinggi pemasangan, dan pencahayaan sangat memengaruhi kualitas hitungan.
2. Garis hitung dan zona ditentukan
Pada gambar kamera, ditetapkan garis virtual di ambang pintu. Saat seseorang melintasi garis itu, sistem mencatat arah masuk atau keluar. Untuk analisis lanjutan, zona juga bisa ditentukan — misalnya area depan etalase atau area display tertentu.
3. Video diolah menjadi angka agregat
Video diproses untuk mendeteksi pergerakan orang dan mencatat perlintasan. Yang dipakai untuk laporan adalah angka agregat — jumlah per periode, per pintu, atau per zona — bukan identitas orang.
4. Hitungan diperiksa sebelum dipakai
Hasil hitungan dibandingkan dengan hitungan referensi, misalnya hitungan manual dari rekaman, selama periode tertentu. Langkah ini memastikan angka di dashboard layak dijadikan dasar keputusan.
Apakah semua CCTV bisa dipakai?
Tidak selalu. Kamera dengan sudut terlalu miring, resolusi rendah, atau area yang sering terhalang mungkin perlu disesuaikan atau ditambah. Karena itu survei lokasi selalu menjadi langkah pertama sebelum implementasi.
Sudut kamera yang memperlihatkan ambang pintu dengan jelas
Pencahayaan yang cukup dan stabil sepanjang jam operasional
People counting mengukur berapa banyak orang yang masuk, keluar, atau melintas di sebuah area. Ini dasar untuk memahami performa toko dan mall — seperti jumlah pengunjung situs bagi toko online.